Rahasia ini diungkapkan dalang asal Jalan Parangtritis, Bantul, Ki Gondo Suharno, Jumat (16/5/2014). Selain itu setelah digunakan pentas semalam suntuk juga perlu diangin-anginkan. “Sebab sudah kena udara malam dan embun. Jangan langsung disimpan di kotak tempat wayang," tegasnya.
Faktor penting lain yang menentukan awetnya wayang kulit, seperti bahan dan proses pembuatannya. Paling bagus menggunakan kulit kerbau. Saat pengeringan harus benar-benar kering, diusahakan tidak ada sisa lemak sedikit pun. Lalu untuk membuat jenis wayang ukuran kecil cukup menggunakan jenis kulit tipis. Sebaliknya wayang ukuran besar menggunakan jenis kulit tebal.
Terpisah, dalang wayang kulit asal Godean, Sleman, Drs S Purnomo menjelaskan, dia biasa rutin mengangin-anginkan wayang-wayang kulitnya rata-rata dua minggu sekali. Jika tak rutin diangin-anginkan dan tersimpan dalam waktu lama di kotak akan mudah remuk. "Setiap memesan atau membeli wayang kulit saya berusaha mencari yang terbuat dari kulit kerbau. Walaupun tipis tetap kaku dan rata. Kalau dari kulit sapi kadang bisa melengkung atau meleot," jelasnya.
Waktu mengangin-anginkan, dengan 'dijereng' biasa cukup setengah hari. Setelah itu dimasukkan kotak lagi, karena kalau sampai malam dibiarkan rawan dirusak tikus. “Sama halnya alat musik yang menggunakan kulit, perlu digantung agar tidak dirusak tikus bagian kulitnya,” papar Purnomo. (Yan)
http://krjogja.com/read/216283/ingin-koleksi-wayang-anda-awet-ini-rahasianya.kr
|
BANTUL (KRjogja.com) - Memasuki penghujung musim kamarau tahun ini, sejumlah wilayah dataran tinggi di Bantul ratusan warga mulai kelabakan mencari air bersih. Kebanyakan sumber air debit airnya terus menyusut, dampaknya warga merasa perlu segera disokong air khusus untuk kebutuhan makan dan minum.
Sumur warga di Desa Muntuk Kecamatan Dlingo Bantul, misalnya dalam dua pekan terakhir mengering. Kenyataan pahit itu direspons Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana ) Bantul dengan menggelontorkan sedikitnya 222 tangki air bersih yang disebar ke daerah krisis.
Koodinator Tagana Bantul, Dhony Kristanto mengatakan, dalam dua pekan ke depan sekitar 190 tangki didistribusikan ke daerah krisis air bersih. Sementara 22 tangki telah disalurkan pekan sebelumnya.
Dhony merinci, 190 tangki dialokasikan untuk Kecamatan 100 tangki, Piyungan 40 tangki, Kasihan 30 serta Imogiri 20 tangki. “ Data daerah rawan air bersih itu hasil pendataan kecamatan, desa, dan dusun sehingga kami dari Tagana tinggal droping ke daerah kering,” jelasnya disela pendistribusian air bersih di Dusun Tangkil, Desa Muntuk, Rabu (19/10).
Kepala Desa Muntuk Kelik Subagyo SE mengakui, belasan dusun di wilayahnya memang dilanda krisis air bersih. Sebagian besar sumber air di sumur warga lenyap. “Saat ini memang menjadi puncak krisis air di wilayah ini, jumlahnya ada, tetapi sangat minim sekali. Sementara banya penampungan kosong,” katanya. (Roy)
|
BANTUL (KRjogja.com) - Pedagang dan perangkat Desa Sidomulyo Bambanglipuro, Kabupaten Bantul menilai, keberadaan pedagang unggas dan klitikan di Pasar Turi Desa Sidomulyo harus segera dipisahkan. Bila tak segera dilakukan, kamacetan, kesemrawutan serta bau "apek" di kawasan itu tidak bisa terelakkan. Tidak hanya itu, jadi satunya pasar unggas dan pedagang kebutuhan pokok dinilai kurang baik untuk kesehatan pengunjung serta penjual di pasar tersebut.
Lurah Desa Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Edy Murjito SPd, Selasa (11/10) mengatakan, wacana pemisahan pedagang unggas, klitikan dengan pedagang pasar memang sangat mendesak. Semua dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan serta kelancaran arus lalulintas di kawasan itu. Edy mengakui, meski "pasaran" di pasar tradisional itu lima hari sekali, namun hal tersebut sudah menimbulkan kemacetan di ruas jalan sisi barat pasar Turi. Semua terjadi karena melubernya para pedagang klitikan dan pakaian di tepi badan jalan. Lebih memprihatinkan lagi, pedagang unggas di sisi utara bersinggungan langsung dengan ratusan penjual kebutuhan pokok.
Menurutnya penjual unggas serta klitikan sebaiknya segera dibuatkan lokasi baru di bekas gedung SD Turi yang kini belum terpakai setelah kebijakan "regrouping" sekolah. Lokasi baru yang sodorkan Edy hanya berjarak 500 meter utara Pasar Turi.
"Kami berharap Pemda Bantul membangun lokasi baru untuk pasar unggas dan klitikan, karena bila jadi satu di Pasar Turi menimbulkan kesemrawutan dan kurang baik untuk kesehatan," jelas Edy.
Sementara Madio, pedagang itik warga Parangtritis Kretek Bantul mengatakan, memang perlu segera dilakukan pemindahan bila ingian mencipatakan pasar yang sehat. Apapun alasannya, bila pasar unggas berbaur jadi satu dengan kebutuhan pokok tidak baik dari segi kesehatan. (Roy)
|
Pengurus kelompok tani, Sumarjan mengatakan, meski jumlahnya baru 50 batang, namun order pepaya jenis ini sangat besar. Bahkan, sejumlah pasar buah di Yogyakarta sudah mulai memesannya. "Sekarang tahapnya baru konsumen yang datang langsung ke lahan kami, mereka memetik sendiri baru kami timbang untuk menentukan harganya," kata Sumarjan.
Dijelaskan, pepaya varietas ini baru dikembangkan di Sedayu tepatnya di Dusun Kepuhan Argorejo Sedayu. Sumarjan mengatakan, target pengembangan pepaya red lady 3.000-5.000 batang. "Jumlah itu menyesuaikan permintaan pasar, sekarang saja sudah ada pesanan 30 kilogram per hari, bahkan ada pengepul sanggup menampung 100 kilogram per hari," jelasnya.
Harga per kilogram untuk pepaya jenis ini Rp 3.000. Perhitungan ini, kata Sumarjan, disesuaikan dengan tingginya permintaan. Bila jumlah pohon kurang dari angka itu, permintaan 100 kilogram per hari tak mungkin terpenuhi.
Sumarjan merinci, setiap satu pohon pepaya hanya bisa dipanen tiga hari sekali. Sementara sebuah pepaya beratnya pada kisaran 2,5 - 3 kilogram. Menurutnya mulai tanam hingga panen membutuhkan waktu sembilan bulan. (R-5)
|
Menurut Kasi Kurikulum dan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal Kabupaten Bantul, Slamet Raharja dari total lulusan tahun 2010 yang berjumlah lebih dari 7.000 siswa, angka penyerapan tenaga kerja dan yang melanjutkan sekolah terhitung rendah. “Tugas pemerintah dan sekolah tidak sekedar meluluskan, namun juga menyalurkan tenaga baru tersebut,” ujarnya di Pendopo Parasamya, Selasa (8/3).
Untuk siswa SMA yang melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi hanya berkisar 40 persen. Sementara lulusan SMK yang berorientasi kerja, hanya terserap sekitar 63 persen. “Data tersebut dari masukan yang diperoleh dinas,” jelasnya.
Slamet mengungkapkan, minat dan kemampuan siswa lulusan dari sekolah di Bantul, memiliki kemampuan bersaing, namun karena kurang akses dan kepemilikan modal, maka potensi tersebut tidak tersalurkan dengan baik. Dengan kondisi tersebut, imbuh Slamet, maka tugas tenaga pendidik adalah menyalurkan informasi, selain membekali kemampuan dan mental bersaing.
Pola adaptif dan produktif musti disampaikan kepada siswa. Dia menilai, tenaga kerja yang terampil dapat dinilai dari pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan penempatan yang tepat. “Karenanya, sekolah harus sesuai dengan bakat dan minat, agar potensi dapat muncul dengan maksimal,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati, Drs Sumarno Prs berpesan agar semua lulusan dapat memanfaatkan peluang dan potensi untuk mendapatkan kesejahteraan. Meski tidak bekerja diperusahaan, lulusan sekolah diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan dan mandiri. (*-7)
|
Menurut anggota BKD DPRD Bantul, Slamet Bagyo, sedianya Agung Wisdha dipanggil pada Senin (3/1). Namun karena hingga sore hari tidak datang, akan dilakukan penjadwalan ulang. ”Tentu kami akan ngaruhke karena dua bulan tidak masuk,” terangnya di Gedung DPRD Bantul, Selasa (4/1).
Dia menilai bahwa, BKD akan mempertanyakan kepada Agung Wisdha, kenapa sakit sampai 2 bulan, namun tidak ada kejelasan. Meski mengaku kinerja DPRD tidak terganggu tanpa kehadiran Agung Wisdha, namun BKD berkewajiban untuk memantau kinerja setiap anggota agar mampu bekerja maksimal. ”Mungkin ada alasan lain ketidakhadiran dan tidak mengikuti rangkaian kerja DPRD,” kata Slamet.
Disinggung mengenai agenda DPRD yang tidak diikuti oleh Agung Wisdha, Slamet mengatakan ada satu sidang paripurna dan beberapa kegiatan komisi. ”Namun itu semua masih ada surat izin sakitnya,” jelasnya.
Ketua Komisi C DPRD Bantul, Drs Agus Subagyo, tempat Agung Wisdha menjadi anggota di alat kelengkapkan DPRD, menyerahkan persoalan kinerja yang bersangkutan kepada fraksi dan induk partai, PKPB. (*-7)
| |
| |
Menurut Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Yuni Satya Rahayu dalam seminar Pembangunan Kembali Pendidikan Paska Erupsi Merapi yang diselenggarakan oleh DPD PDIP DIY di Hotel Ros In, Sabtu (4/12), tidak diliburkannya siswa ini karena pengunduran ujian dan penerimaan raport. “Ujian seharusnya 1 Desember, diundur menjadi 20 Desember mendatang,” ujar Yuni.
Penerimaan raport dilaksanakan pada 31 Desember. Sementara tanggal 1 hingga 18 Desember, dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar dengan fokus mengejar ketertinggalan materi pelajaran.
Yuni menambahkan, pada awal-awal masuk sekolah pada minggu ini, dilakukan pendataan terhadap keberadaan siswa dan guru yang sempat terpisah karena pengungsian yang berbeda. Hasilnya, kehadiran siswa hanya berkisar 70 persen. “Selama di pengungsian, siswa dititipak di sekolah terdekat, namun ini tidak bisa maksimal karena beban psikologi masih membayangi,” terangnya. Sebagai solusi sementara, barak yang menampung banyak pengungsi diadakan kegiatan belajar mengajar.
Pada masa recovery, imbuh Yuni, Pemda Sleman akan melakukan penataan kembali sekolah yang telah hancur dan mengalihkan proses belajar sementara ke wilayah yang aman. Sementara di selter yang sedang dalam proses pembangunan, akan ditempatkan TK dan SD. “Ada juga program pemulihan psikologis siswa dan guru serta mengupayakan beasiswa bagi siswa yang orangtuanya kehilangan mata pencaharian,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Keagamaan, Prof Hamka Haq mengungkapkan pembangunan jangan hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur semata. “Mental siswa yang tengah depresi juga perlu diperhatikan,” harapnya. Dan untuk mengembalikan mental ini, perlu digunakan metode khusus karena siswa yang menjadi korban bencana, cenderung lebih tertutup. Hamka mengharapkan agar pembelajaran siswa segera dinormalisasi karena jika terlalu lama menganggur, motivasi siswa bisa turun. “Jika ini yang terjadi, maka untuk membangkitkan lagi agak susah,” pungkasnya. (*-7)
|
"Sedangkan komoditas lain yang memberikan sumbangan yaitu kelompok bahan makanan naik 2,48 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,18 persen,kelompok sandang naik 0,76 persen, kelompok kesehatan naik 0,24 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik sebesar 0,03 persen. Sebaliknya kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga turun sebesar 0,07 persen," papar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS DIY, Hayono dikantornya, Rabu (1/12)
Haryono mengungkapkan erupsi gunung Merapi yang terjadi di DIY dan Jawa Tengah pada akhir bulan Oktober dan selama bulan Nopember 2010 membawa dampak bagi perekonomian daerah. Dampak tersebut meliputi daerah sentra produksi pertanian maupun daerah pemasaran, khususnya di Yogyakarta.
"Indikasi ini tercermin dari hasil pemantauan harga-harga yang dilakukan oleh BPS menunjukkan bahwa selama bulan Nopember 2010, kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,62 persen dengan angka indeks 124,35 relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan indeks pada bulan Nopember 2010 yang mencapai angka indeks 123,58. Sehingga laju inflasi pada tahun kalender 2010 pada Nopember 2010 terhadap Desember 2009 mencapai 6,61 persen.," jelasnya
Lebih lanjut dijelaskanya komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan terhadap inflasi umum antara lain jeruk naik sebesar 22,01 persen dengan memberi andil 0,11 persen; pepaya naik 38,19 persen dengan andil sebesar 0,07 persen; bawang merah dan beras masing-masing naik sebesar 16,62 persen dan 1,60 persen dengan memberi andil inflasi masing-masing sebesar 0,06 persen; kacang panjang naik 42,45 persen dengan memberi andil inflasi sebesar 0,05 persen; teh manis dan telur ayam ras masing-masing naik sebesar 6,26 persen dan 5,26 persen dengan memberi andil masing-masing sebesar 0,04 persen.
Sedangkan cabe merah, buncis, emas perhiasan dan tomat sayur masing-masing naik 18,27 persen, 37,16 persen, 2,35 persen dan 43,48 persen dengan memberi andil inflasi masing-masing 0,03 persen; pasir, cabe rawit dan rokok kretek filter masing-masing naik sebesar 2,68 persen, 18,00 persen dan 0,89 persen dengan andil sebesar 0,02 persen.
"Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil negatif diantaranya daging ayam ras turun 6,25 persen dengan memberi andil sebesar –0,09 persen; bawang putih turun sebesar 6,21 persen dengan memberikan andil -0,03 persen; bayam dan petai masing-masing turun 11,10 persen dan 25,01 persen dengan memberi andil masing-masing sebesar -0,02 persen; daun melinjo, nangka muda, sawi hijau dan telephon seluler masing-masing turun sebesar 28,09 persen, 13,67 persen, 6,77 persen dan 1,41 persen dengan andil inflasi masing-masing -0,01 persen.," ungkapnya.
Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada bulan Nopember 2010, 61 kota mengalami inflasi dan 5 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Lhokseumawe yaitu sebesar 2,64 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu 0,06 persen dialami kota Probolinggo. Sebaliknya kota Maumere mengalami deflasi terbesar 0,29 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Balikpapan sebesar 0,04 persen.
Laju inflasi tahun kalender 2010 pada Nopember 2010 terhadap Desember 2009 sebesar 6,61 persen. Sedangkan laju inflasi year on year pada Nopember 2010 terhadap Nopember 2009 sebesar 6,87 persen. (Fir)
|
Para pengungsi sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mereka selama berada di pengungsian. Di desanya nanti mereka akan menyelenggarakan upacara syukur atas keselamatan mereka, dan akan mengundang perwakilan warga Ngestiharjo Kasihan.
Menurut Camat Kasihan, Sugiyanto SH, dengan kepulangan 99 pengungsi di Ngestiharjo tersebut, jumlah pengungsi di Kasihan yang semula mencapai 3.600 orang lebih, Selasa kemarin tinggal 750 orang, yang menempati sejumlah titik di Desa Tamantirto 38 orang, Bangunjiwo 280 orang, Tirtonirmolo 50 orang dan di Desa Ngestiharjo 68 orang.
Sementara di gudang PMI Kabupaten Bantul Selasa (30/11) kemarin sudah kosong dari kebutuhan logistik. Semua logistik untuk kebutuhan pengungsi sudah dikirim ke semua titik pengungsi yang membutuhkan bantuan logistik sesuai dengan persediaan yang ada di PMI Bantul. Bukan hanya ke Bantul, tetapi juga dikirim ke wilayah Klaten dan Magelang.
Menurut Kasi Logistik PMI Bantul Kus Wantoro, sesuai dengan jangka waktu tanggap darurat PMI Bantul untuk bantuan korban Merapi yang ditarget sampai 26 Nopember 2010 dan sesuai instruksi Bupati Sleman agar semua pengungsi kembali ke Sleman, maka PMI Bantul segera mengosongkan logistik di gudangnya dan didistribusikan kepada pengungsi. "Sekarang sudah bersih," katanya.
Dengan berakhirnya waktu tanggap darurat PMI Bantul, maka jumlah relawan PMI Bantul yang menjalani piket di Markas PMI Bantul juga dikurangi. Ketika terjadi erupsi Gunung Merapi hampir seluruh personil relawan PMI Bantul ditugasnya untuk membantu korban merapi, dari evakuasi sampai pendistribusian logistik ke barak pengungsi.
Kepala Dinas Sosial, Drs H Mahmudi MSi mengatakan, Selasa (30/11), malam digelar pertemuan perwakilan Pemda Sleman dan Pemkab Bantul. Pertemuan itu membahas pengungsi yang enggan kembali ke Sleman. "Kami akan pertemukan dengan para camat yang kebetulan wilayahnya ketempatan pengungsi korban Merapi," kata Mahmudi.
Sementara pengelola posko di Desa Srimulyo Piyungan Bantul sedikit lega. Pasalnya setelah sebelumnya merasa ketar-ketir lantaran logistik menipis, kemarin, Senin (29/11) mendapat bantuan dari UIN Yogyakarta berupa sembako. "Kami bersyukur ada donatur yang membantu," terang Wandi, pengurus Forum Penanggulangan Resiko Bencana Desa Srimulyo. (R-5)
|
“Di Bantul memang sangat bervareasi media penyebarannya, “ katanya Jumat (3/12).
Siti menjelaskan, penularan HIV/AIDS di Bantul cukup beragam, mulai melalui cairan tubuh, darah, sperma, cairan vagina serta lewat air susu ibu (ASI). Selain itu juga ada yang melalui jarum suntik yang pernah digunakan penderita. Sebenarnya di wilayah Bantul terdapat dua wilayah kategori rentan penyebaran HIV/AIDS, yakni Kecamatan Banguntapan dan Wilayah Kretek.
Banguntapan kata Siti, memang harus diwaspadai penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik. “Banguntapan merupakan wilayah Bantul dengan kultur perkotaan, dan itu sangat rentan, utamanya melalui jarum suntik,” kata Siti. Sedang wilayah Kretek condong pada penularan lewat hubungan sex.
Dijelaskan adanya sejumlah kompleks lokalisasi mejadikan daerah itu rawan terhadap HIV/AIDS. Guna mengatasi merebaknya virus mematikan itu, dua Puskesmas Kretek dan Puskesmas Banguntapan dijadikan puskesmas menangani penderita HIV/AIDS. Selain itu didukung Rumah Sakit Penembahan Senopati Bantul. “ Selain tiga tempat itu ada juga Komite Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD).
Menurut catatan dinas kesehatan setempat, hingga tahun 2010 ini penderita HIV/AIDS di Bantul mencapai 193 orang dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Siti menjelaskan, orang yang terjangkit HIV kebanyakan sulit dideteksi sebelum dilakukan pemeriksaan. “Penderita terinfeksi HIV, memang tidak terlihat seperti sakit, dan masih bisa diobati, ” jelas Siti. Tetapi sebaliknya bila sudah positif menderita AIDS akan seperti menderita penyakit komplikasi dan itu yang sulit diobati. (R-5)
|
"Pameran ini bisa menjadi pengembangan otak kanan pada anak dengan membuat karya seni atau mainan otak kanan anak diajak untuk terus berkreasi," ujar Kepala Rumah Budaya Tembi, Basmara Pradipta di RBT, Bantul, Selasa (23/11).
Barmara menjelaskan masa anak-anak adalah pembentukan jati diri seingga harus diajari untuk mengembangkan kreativitasnya. Misalnya dengan mengolah barang bekas dari kayu, kardus, kaleng dan plastik menjadi karya seni indah.
Sementara itu, Direktur ECCD-RC, Satriani Widodo menjelaskan pameran dapat menjadi sumber informasi, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang pembuatan APE berbahan limbah. Selain itu menyelamatkan bumi dari pemanasan global melalui prinsip re-use, re-duce, re-cycle, re-plant dan re-move. (Fir)
| |
| |
Lurah Srimartani, Ruspamuji mengatakan, doa yang digelar merupakan salah satu upaya agar pengungsi tidak larut dalam kesedihan. Selain itu peserta agar baik pengungsi dan warga lainnya diberi kemudahan dan ketabahan dalam menghadpai ujian ini. “Kami sangat berharap pengungsi tidak larut dalam kesedihan,” kata Ruspamuji.
Dijelalskan, semua dilakukan atas inisiatif bersama, baik dari warga pemerintah desa serta pengungsi sendiri. Ruspamuji berharap, warga tidak segera kembali ke rumah bila memang belum ada yang ditempati. Karenanya, pemerintah desa serta kabupaten berupaya membantu untuk memberikan solusi yang terbaik.
Doa malam ini bertema, "Doa Bersama untuk Keselamatan Warga dan Korban Merapi". Selama ini pengungsi hanya diberi sebuah pendampingan yang bersifat lahiriah berupa bantuan materi dan sebagainya. Tetapi untuk batiniah dirasa masih kurang atau bahkan tak pernah diberikan.
Acara doa bersama ini dipimpim oleh KH Mukibin, salah seorang ustadz di wilayah desa setempat. Saat ini jumlah pengungsi di Srimartani masih tersisa 412 orang dari sekitar 2000 orang pada dua minggu lalu. (R-5)
|
Doa bersama dipimpim Zulfa, siswa TK Raudhatul Atfal Brajan Wonokromo Pleret. Selain acara itu panitia juga menggelar acara manasik haji bagi siswa TK.
Ketua Panitia, Kartini SPd mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pendidikan kipada siswa pentingnya saling membantu sesama manusia. Tidak hanya itu dengan digelarnya manasik haji, setidaknya memberikan bekal atau menumbuhkan minat siswa menunaikan ibadah hadi kemudian kelak. "Harapan kami hanya satu, siswa dapat mandiri dan punya semangat melaksanakan ibadah haji,” terang Kartini. (R-5)
|
"Kami temukan cacing pada hati seekor sapi usai disembelih, bahkan kandungan penyakit tersebut telah menyerang hingga mencapai 75 persen," kata Kepala Seksi (Kasi) Pakan Ternak, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Sri Ida Sulistyowati di Bantul.
Menurut dia, pada kesempatan tersebut pihaknya memantau sebanyak delapan titik lokasi penyembelihan hewan kurban terutama di komplek masjid-masjid di Desa Trirenggo, Bantul yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Ia menyebutkan, beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban yang sempat diperiksa pihaknya di antaranya di masjid di Dusun Niten, Priyan, Manding, Nogosari dan Pasutan serta Gandekan.
"Selain ditemukan adanya cacing hati, kami juga menemukan sejumlah benjolan lemak berlebih pada hati sapi di masjid Gandekan, sehingga dianjurkan untuk dibersihkan atau di keleti sebelum dimasak," katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan proses pemotongan daging pascapenyembelihan yang berada di masjid Gandekan itu dinilai kurang memenuhi standar kebersihan, karena ditaruh diatas tanah dengan alas yang tidak cukup lebar.
"Proses tersebut berpotensi menyebabkan daging tidak bersih akibat terkena tanah, seharusnya pemotongan dilakukan dengan menggunakan alas yang sesuai ukuran dan alangkah baiknya meski pakai alas ditaruh diatas lantai atau ubin," katanya.
Sri Ida mengatakan, tidak hanya itu seharusnya sesudah hewan kurban dipastikan mati kemudian hewan yang hendak dipotong diupayakan digantung guna menghindari terkena kotoran hewan, karena kotoran hewan yang keluar akan langsung jatuh.
"Kami menilai sebagian masyarakat belum sepenuhnya mengerti tentang prosedur tata cara penyembelihan dengan baik sesuai kesehatan, oleh sebab itu kami menghimbau agar daging kurban dicuci dan dipastikan bersih sebelum dimasak," katanya. (Ant/Van)
|
"Kami berupaya meningkatkan produksi pakan ternak konsentrat dari sebelumnya sebanyak tiga kuintal per hari menjadi ima ton per hari," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Edy Suhariyanta di Bantul, Rabu (17/11).
Edy mengatakan Bantul mengupayakan memenuhi permintaan konsentrat karena pakan konsentrat produksi di kabupaten ini berkualitas harga lebih rendah dari harga standar swasta.
"Kami mendapati produksi konsentrat di Kelompok Tani Makaryo di Bantul berkualitas, di sisi lain dalam pemeran Bantul Expo beberapa waktu lalu melalui kelompok tani konsentrat pernah ditawar Rp1.800 per kilogram lebih rendah Rp600 dari harga standar," katanya.
Ia mengatakan permintaan dari pemerintah provinsi tersebut terkait dengan kebutuhan pakan di Kabupaten Sleman sebagai akibat dari bencana letusan Gunung Merapi yang menumpahkan abu material vulkanik hingga radius 15 km.
"Bencana Gunung Merapi memang berdampak jangka panjang bagi sektor ketersediaan pakan ternak di Sleman, karena meski hijauan ada yang selamat namun tidak dapat difungsikan sebagai pakan ternak dengan baik, sehingga kebutuhan mengambil dari daerah lain khususnya di Bantul," katanya.
Ia mengatakan, pakan konsentrat merupakan pakan ternak penguat kaya karbohidrat dan protein seperti jagung, bekatul dan bungkil kelapa, pakan ini digunakan pada saat pertumbuhan pada domba dan sapi baik perah maupun potong.
"Kami akan mengupayakan guna memenuhi kebutuhan pakan konsentrat sesuai permintaan, meski belum diketahui kebutuhan pakan hingga kapan namun kami optimistis akan terpenuhi mengingat hijauan di daerah ini masih luas," katanya. (Ant/Van)
|
Ketua APKOMINDO DIY Hadi Santono mengatakan pada pameran Yogyakomtek 2010 ini, pihak panitia menargetkan akan dikunjungi 150 ribu orang selama lima hari penyelenggaraan. “Pada pameran komputer Yogyakomtek 2010, kita berharap akan menghasilkan transaksi hingga Rp 30 miliar. Jumlah tersebut berasal dari penjualan 15 ribu unit komputer, 5 ribu printer dan 100 ribu periperal lainnya,” katanya
Hadi menambahkan pihaknya optimis target tersebut akan tercapai mengingat pengunjung, peminat dan pembeli komputer dari waktu ke waktu terus bertambah dan ajang YOGYAKOMTEK 2010 menjadi ajang para vendor mengenalkan produk terbarunya, sekaligus menghabiskan stok komputer yang tersedia.
“Pengalaman pada ajang yang sama di tahun-tahun sebelumnya, pengunjung tidak hanya berasal dari DIY saja. Tetapi juga berasal dari kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta dari luar Pulau Jawa,” ujarnya
Jumlah pengunjung sebanyak 150 ribu orang belum dihitung dari mereka yang berasal dari sekolah yang mengajukan ijin khusus sehingga tidak dibebani biaya tiket Rp 3 ribu yang resmi dari panitia. Syaratnya, ada guru pembimbing dengan surat resmi dari sekolah.
Meski target tahun ini tinggi, Hadi menegaskan bahwa market terbanyak masih di end user untuk rumahan, termasuk didalamnya anak-anak sekolah dan mahasiswa yang mencapai 53 persen, kemudian disusul small-mediun business (SMB/ UKM) 23 persen, corporate 9 persen dan segmen pendidikan (education) hanya 6 persen.
Pameran Yogyakomtek sudah ada sejak 1997 dan hanya sekali kosong yaitu tahun 1998 disaat kondisi perekonomian Indonesia tidak memungkinkan untuk menggelar pameran komputer.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprop DIY, dr. Andung Prihadi S., M.Kes yang mewakili Guburnur DIY membuka pameran ini mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan pameran ini terutama untuk mendukung dan menarik pengujung yang haus akan teknologi informasi.
"Saya yakin target jumlah pengunjung dan traksaksi akan tercapai mengingat animo masyarakat DIY sangat tinggi terhadap kebutuhan akan teknologi dan informasi. Diharapkan pameran ini juga akan memicu adanya event lain seperti Mice, B2B dan lain-lain untuk mendongkrat sektor pariwisata serta perekonomian masyarakat," ujarnya.
Ketua Panitia Yogyakomtek 2010 Teddie Dian Patria mengatakan pameran kali ini bertema 'Two Thumbs Up'.“Pameran patut mendapat penghargaan acungan dua jempol. Lebih dari itu, dua jempol juga perlambang teknologi makin canggih, hanya dengan dua jempol, manusia bisa berkomunikasi satu sama lain,” ujarnya
Teddie meneruskan, bahwa tema ini sekaligus ada kritik sosial dari Apkomindo DIY bahwa terjadi perubahan perilaku manusia dalam berkomunikasi di mana dua jempol menggantikan fungsi mulut dalam berkomunikasi. Bahasa verbal telah digantikan dengan bahasa motorik seperti SMS, BBM dan lainnya. (Fir)
|
Kepala Bidang Mutasi dan Kepangkatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Surajiman mengungkapkan bahwa kenaikan pangkat ini adalah bentuk penghargaan dalam dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan PNS dalam pelayanan kepada masyarakat. “Tentu kami berharap dengan kenaikan pangkat ini dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya di Pendopo Parasamya, Rabu (29/9).
Sementara untuk PNS yang belum naik pangkat, dia meminta agar terus meningkatkan kualitas pekerjaan, memiliko loyalitas dan pengabdian yang tinggi, dan tetap percaya diri dan elegan. Selain itu, PNS juga musti meningkatkan profesionalisme, prestasi, keterampilan dan etika.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Drs Gendut Sudharta Kd BSc MMA menegaskan, PNS yang memiliki golongan lebih tinggi, harus memberikan sikap teladan bagi masyarakat. ”Kenaikan ini harus disikapi dengan peningkatan kualitas kerja dan prestasi,” pungkasnya. (*-7)
|
Ketua Pandu, Sulistyo mengatakan, tidak ada ruang negosiasi untuk pemilihan dan yang ada hanyalah penetapan. Dengan demikian, untuk tokoh yang akan menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur, merupakan kewenangan penuh Keraton Yogyakarta dan Paku Alam. “Pandu siap menjadi benteng untuk terlaksananya penetapan,” katanya di Bantul, Rabu (29/9).
Sulistyo mengungkapkan, untuk jabatan tersebut merupakan keputusan internal keraton dan rakyat bertugas untuk mengawalnya. Soal wacana referendum, Sulistyo menegaskan hal tersebut belum diterima oleh rakyat, karena yang diinginkan hanyalah penetapan.
Penetapan, menurut Sulistyo, merupakan keinginan yang nyata dan harus diwujudkan, karena jika tidak terlaksana, akan ada gerakan rakyat. “Kami saat ini sedang menggalang dukungan dari paguyuban pedagang, nelayan, dan tukang becak agar penetapan segera diputusakan,” terangnya.
Terpisah, tokoh Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Bantul, Rustam Fathoni mengungkapkan, dari hasil koordinasi, seluruh anggota akan turut pada pilihan Sri Sultan HB X mengenai polemik keistimewaan DIY yang hingga saat ini belum terselesaikan. ”Apapun keputusan Sultan, kami akan mendukung,” terangnya. (*-7)
|
"Berdasarkan keterangan warga sekitar tanah longsor terjadi pada Jumat (24/9) pagi pukul 03.00 WIB sehingga membuat sejumlah warga sekitar kaget," kata Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Bantul Agus Joko Sunaryo di Bantul, Jumat (24/9).
Menurut dia, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi akhir-akhir ini mengakibatkan kandungan air tanah di dusun yang berada di perbukitan tersebut berlebihan dan gembur sehingga longsor tidak terhindarkan. "Kejadian tersebut memang tidak menimbulkan korban jiwa maupun harta, namun mengakibatkan kerusakan pada aliran air atau drainase sehingga harus segera diperbaiki," katanya.
Ia mengatakan wilayah lain yang rawan longsor, yaitu Kecamatan Dlingo, Pleret, dan Imogiri karena sebagian wilayahnya berada di perbukitan sehingga warga sekitar harus mewaspada saat musim hujan. "Kami mengimbau warga di daerah rawan longsor bisa meminimalkan terjadinya longsor dengan memperbanyak tanaman sehingga mengikat struktur tanah. Jika terjadi longsor tidak memberikan dampak yang cukup besar," katanya.
Agus mengatakan untuk meminimalkan terjadinya korban akibat tanah longsor akan melakukan sosialisasi kepada warga untuk melakukan mitigasi bencana secara mandiri. "Dengan demikian warga semakin tanggap dan sigap, sehingga ketika terjadi bencana siap untuk melakukan evakuasi diri atau mengungsi ke tempat yang lebih aman," katanya. (Ant/Van)
|
"Kasus kecelakaan tersebut menyebabkan korban mengalami luka ringan sebanyak 30 orang, luka berat enam orang dan meninggal dunia seorang," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Mardi Ahmad di Bantul, Kamis (23/9).
Mardi menyebutkan, kecelakaan yang terjadi dari pengamatan di pos Ketandan sebanyak 11 kasus, pos Gondowulung sebanyak sembilan kasus, pos Sedayu tujuh kasus, di Mangiran dua kasus kemudian pos Druwo dan Pasar Bantul masing-masing satu kasus. "Dari sejumlah kasus tersebut sebagian besar disebabkan karena ketidak hati-hatian pengemudi akibat terlalu buru-buru, sehingga kecelakaan tidak terhindarkan," katanya.
Lebih lanjut, kata dia kecelakaan fatal terjadi di Piyungan yang menyebabkan seorang meninggal dan seorang mengalami luka berat yang merupakan satu keluarga. "Kami sangat menyayangkan hal tersebut karena berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan pengemudi berkendara sambil mengoperasikan telepon genggam atau ponsel," katanya.
Meski demikian kata Mardi, kasus kecelakaan yang terjadi selama Lebaran tahun ini mengalami penurunan sekitar 50 persen jika di banding dengan kecelakan selama Lebaran 2009. "Penurunan terjadi karena kondisi jalan yang semakin baik serta kesadaran pengemudi untuk tertib berlalu lintas meningkat, kami akan terus melakukan sosialisasi terhadap undang-undang lalu lintas yang berlaku, guna menekan angka kecelakaan," katanya. (Ant/Van)

