Supardi Koordinator Retribusi Pos Baron I membenarkan ramainya para pengunjung di lokasi tersebut. “Kebanyakan menuju Pantai Indrayanti (Pulangsawal) yang berada di Pantai Sundak Timur. Areal parkir milik warga tidak lagi menampung bus dan kendaraan pribadi yang datang ke pantai terindah tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu guna menghindari terjadinya kecelakaan laut, menyusul masih labilnya gelombang laut selatan, maka Tim SAR Laut Korwil II terus melakukan penjagaan di tepi pantai dengan memberikan peringatan kepada pengunjung agar tidak mandi di tengah laut karena sangat berbahaya. “Namun demikian banyak wisatawan terutama anak-anak tetap bermain di laut meski hanya dipinggiran, tetapi tetap menjadi pengawasan Tim SAR,” kata Koordinator Tim SAR Baron, Marjono. (Awa)
Ketiga tersangka yang diamankan AF (30) wiraswasta warga Cikampek Jawa Barat, SG (30), warga Kedungsari Pengasih, dan HP (30) warga Kedungsari Pengasih. Ketiga tersangka beserta ganja dan dua handphone yang dipakai transaksi diamankan di Mapolres Kulonprogo.
Saat ditanya wartawan, tersangka AF mengaku ia hanya membantu AG yang berada di Jatim. Ia mengaku tidak tahu barang yang dibawa berisi ganja, dan AF tidak mau dituduh sebagai kurir ganja lintas provinsi. "Saya bukan kurir,"ujarnya.
Dikatakan Kasat Resnarkoba Polres Kulonprogo AKP R Agus Nursewan SH,pengungkapan ganja seberat 2 kilogram lebih ini merupakan prestasi Satnarkoba. Karena ini rekor pengungkapan ganja terbesar sejak dibentuknya Satnarkoba di Polres Kulonprogo.
"Ganja seberat 2 kilogram lebih telah kami kirim sampel untuk diuji di labforensik di Semarang dan hasilnya positif ganja,"kata Agus didampingi Kasubag Humas Polres Kulonprogo Iptu Suharsoyo, Rabu (14/05/2014).
Dijelaskan, transaksi ganja berawal dari komunikasi intensif dijalin antara AG yang berada di Jatim dan SG di Kulonprogo, agar mencarikan calon pembeli. SG minta bantuan HP, dan HP sudah mencarikan pembeli yakni YM. Karena itu, AG menyuruh AF yang ada di Jabar untuk membawa barangnya ke Kulonprogo. AF akhirnya ke Yogya dengan bus dan turun di Jombor Sleman, yang dijemput SG dengan sepeda motor ke rumahnya di Pengasih. Ganja seberat 2 kilogram lebih,dihargai Rp 6 juta yang belum sempat diedarkan, namun SG dan HP keburu ditangkap polisi saat akan mengantar pesanan tersebut di jalan wilayah Jatimulyo Girimulyo. Polisi juga menangkap AF di rumah SG.
"Kami masih kembangkan kasus ini untuk memburu AG dan YM. Sedang tiga tersangka yang sudah tertangkap akan dijerat pasal 114 ayat 1 dan 2 Jo 111 ayat 1 dan 2 UU 35/2009 tentang narkoba, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun, dan bisa penjara seumur hidup,"kata Agus. (Wid)
Pengurus Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK), M Fuad, saat audiensi mengatakan, isu adanya seks bebas dan pesta miras diterima beberapa hari lalu. Dalam acara tersebut diketahui akan diadakan pesta dengan biaya tiket masuk Rp 100 ribu hingga Rp 5 juta. Panitia Jogja Bike Rendesvous, bekerjasama dengan salah satu klub malam dan setiap peserta mendapatkan bonus miras.
"Kita sudah bertemu dengan panitia dan panitia membenarkan sudah ada 24 paket tiket yang terjual. Karena itu kami ingin tanyakan apakah acara itu masuk dalam ijin yang diberikan kepolisian," ujar Fuad. Ketua GPK Yogya, Deni menambahkan, jika benar pesta miras dan seks bebas itu ada, massa berjanji akan membubarkannya.
AKP Danang menjelaskan, bahwa perijinan langsung diberikan Polda DIY dan Mabes Polri. Polres Sleman, lanjutnya, hanya memberikan rekomendasi perijinan. Dalam perjanjian yang dibuat antara Polres Sleman dengan panitia kegiatan, disepakati beberapa hal. Antara lain dalam kegiatan tersebut tidak diperbolehkan membawa atau minum minuman keras. "Informasi adanya pesta miras baru kami dengar semalam. Jika itu benar adanya, maka acara kami bubarkan karena tidak sesuai dengan perjanjian," jelas Danang. (Ayu)
Rahasia ini diungkapkan dalang asal Jalan Parangtritis, Bantul, Ki Gondo Suharno, Jumat (16/5/2014). Selain itu setelah digunakan pentas semalam suntuk juga perlu diangin-anginkan. “Sebab sudah kena udara malam dan embun. Jangan langsung disimpan di kotak tempat wayang," tegasnya.
Faktor penting lain yang menentukan awetnya wayang kulit, seperti bahan dan proses pembuatannya. Paling bagus menggunakan kulit kerbau. Saat pengeringan harus benar-benar kering, diusahakan tidak ada sisa lemak sedikit pun. Lalu untuk membuat jenis wayang ukuran kecil cukup menggunakan jenis kulit tipis. Sebaliknya wayang ukuran besar menggunakan jenis kulit tebal.
Terpisah, dalang wayang kulit asal Godean, Sleman, Drs S Purnomo menjelaskan, dia biasa rutin mengangin-anginkan wayang-wayang kulitnya rata-rata dua minggu sekali. Jika tak rutin diangin-anginkan dan tersimpan dalam waktu lama di kotak akan mudah remuk. "Setiap memesan atau membeli wayang kulit saya berusaha mencari yang terbuat dari kulit kerbau. Walaupun tipis tetap kaku dan rata. Kalau dari kulit sapi kadang bisa melengkung atau meleot," jelasnya.
Waktu mengangin-anginkan, dengan 'dijereng' biasa cukup setengah hari. Setelah itu dimasukkan kotak lagi, karena kalau sampai malam dibiarkan rawan dirusak tikus. “Sama halnya alat musik yang menggunakan kulit, perlu digantung agar tidak dirusak tikus bagian kulitnya,” papar Purnomo. (Yan)
http://krjogja.com/read/216283/ingin-koleksi-wayang-anda-awet-ini-rahasianya.kr
"Kami pastikan pelaku ada di lokasi saat bom itu meledak. Begitu kabel dihubungkan langsung meledak. Ini seperti saklar," kata Kasat Brimob Polda DIY, Kombes Gatot Sudibyo, Rabu (18/4/2012) siang.
Polisi yang melakukan penyisiran kemarin menemukan kabel panjang sekitar tujuh meter. Juga ditemukan plastik dan accu kering. Bom tersebut meledak tak lama usai sidang putusan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jateng-DIY, Bambang Tedi di gelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Bom tersebut diduga ditanam tak terlalu dalam di tepi jalan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (www.tribunjogja.com)

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menyambut hari Kartini, TPA Asy-Syifa Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY akan menggelar acara peringatan bersama ibu-ibu buruh gendong pasar Gamping, Sleman.
Direktur TPA Asy-Syifa Sidorejo, Asnan Wiharno mengatakan dalam acara yang diberinama "Kartini-an TPA Asy-Syifa - Buruh Gendong" atau Kartini-an A-BG tersebut, para santriwati dan ustadzah TPA Asy-Syifa akan berkolaborasi dengan seorang buruh gendong untuk melakukan dramatisasi petikan surat Kartini.
“Petikan surat yang dibacakan adalah surat Kartini yang dikirimkan pada Tuan EC Abendanon, tanggal 17 Agustus 1902. Surat ini dipilih, karena, merupakan salah satu surat yang menguak sisi lain sosok RA Kartini. Yaitu, sosok Kartini sebagai seorang muslimah sejati, yang menjadikan Al Quran sebagai inspirasi perjuangannya,” ucap, Rabu (18/04/2012).
Saat putus asa dalam perjuangannya, Kartini ternyata kembali menemukan semangatnya setelah mempelajari Al Quran. Cucu tiri ibu Kartini mencatat, Kartini sangat terkesan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya dalam Surat. Al-Baqarah : 257. Karenanya, dalam banyak suratnya sebelum wafat, Kartini sering mengulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” seperti tercantum dalam surat Al Baqarah tersebut. Kartini menterjemahkan kata-kata itu, dengan bahasa Belanda, yaitu “Door Duisternis Tot Licht”. Oleh Armijn Pane, kata-kata itu diterjemahkan dengan “Habis Gelap, Terbitlah Terang”, yang kemudian menjadi judul buku berisi surat-surat Kartini.
Selain dramatisasi surat Kartini, dalam acara ini juga akan dipertontonkan penampilan rebana dari ibu-ibu buruh gendong. Setelah itu, mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan testimoni atau pandangan mereka terkait sosok dan perjuangan RA Kartini. Pandangan dari buruh gendong ini dipandang menarik, karena, selama ini, pernyataan tentang Kartini lebih banyak disampaikan oleh tokoh-tokoh wanita, baik pejabat, pengusaha, politikus, artis dan sebagainya.
Acara lain yang juga diharapkan mampu meramaikan suasana adalah pembacaan puisi berjudul "Bagaimana Kami Juga Bisa Menerangi" oleh dua santriwati TPA Asy-Syifa Sidorejo. Puisi ini bercerita tentang keinginan para kartini kecil masa kini untuk selalu menjadikan perjuangan Kartini sebagai inspirasi. Mereka berterimakasih pada Kartini, bukan karena emansipasi --seperti didengungkan banyak orang--, namun, karena telah memberi inspirasi.
Dalam acara ini, juga akan digelar lomba mewarnai bertema Kartini, yang diharapkan bisa diikuti ratusan santri/wati dari berbagai TPA dan TK di wilayah Sidorejo. Acara akan digelar pada hari kamis. tanggal 19 April 2012, mulai pukul 15.00 WIB, di musholla Asy-Syifa Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, DIY. "Selain penghargaan terhadap pahlawan bangsa, acara ini juga digelar untuk meningkatkan keimanan dan pemahaman agama para santri/wati TPA Asy-Syifa, Sidorejo, terutama terkait kecintaan terhadap kitab suci agama Islam, yaitu Al Quran, seperti pernah dilakukan RA Kartini sebagai seorang muslimah sejati," kata Asnan Wiharno, direktur TPA Asy-Syifa Sidorejo. (*)
VIVAnews -- Memiliki siswa sedikit, sebanyak 65 sekolah di seluruh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa harus bergabung dengan sekolah lain dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) yang akan digelar selama tiga hari 16-19 April 2012.
“Jumlah siswa di sekolah tersebut terlalu sedikit dan tidak memenuhi syarat menyelenggarakan UN dan mereka harus bergabung dengan sekolah terdekat,” kata Koordinator UN Provinsi DIY, Baskara Aji yang juga selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Minggu 15 April 2012
Menurut Baskaran, 65 sekolah yang harus bergabung tersebut terdiri dari 35 sekolah SMA/MA dan 30 sekolah SMK. “Sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMK/MA) di DIY semuanya berjumlah 203 sekolah dan 168 sekolah yang menjadi penyelenggara UN.
Sementara untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) terdapat sebanyak 202 sekolah dan 172 sekolah menjadi penyelenggara UN,”paparnya
Bendahara UN DIY Bekti Murhani menambahkan, dari 42.886 Siswa SMA/MA dan SMK yang akan mengikuti UN, beberapa tidak bisa mengikuti UN di ruang kelas karena sakit. Berdasarkan laporan pihak sekolah UN 2012 terdapat tiga siswa yang terpaksa melaksanakan UN di ruang khusus karena sakit.
Salah satunya di di SMAN I Tempel Sleman yang harus mengerjakan soal di mobil ambulans di sekolah, satu siswa MA Pandanaran Sleman yang harus mengerjakan soal di UKS karena sakit dan satu siswa SMA N 5 Yogya yang mengerjakan soal UN di UKS juga karena sakit.
Sampai Minggu sore(15/4) materi soal UN sudah terdistribusikan ke 29 kelompok kerja (Pokaja) yang berada di empat kabupaten dan satu kota . Soal baru akan dikirim ke sekolah beberapa jam sebelum pelaksanaan UN dan dalam pengamanan ketat.
Sementara menyambut datangnya UN berbagai sekolah di DIY pada Sabtu (14/4) banyak yang mengelar doa bersama untuk memberikan ketenangan pada siswa. Beberapa sekolah seperti SMA II Banguntapan Bantul pada Senin (16/4) juga akan mengelar sarapan bersama sebelum pelaksanaan UN.
VIVAnews - Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mengampanyekan perdamaian untuk Indonesia.
"Bahwa kepedihan di Indonesia adalah keprihatinan kita semua. Makna Bhinneka Tunggal Ika perlu dikedepankan kembali, bahwa di dalamnya mengandung watak bangsa, sikap, dan tindakan toleran, tanpa membedakan strata apa pun," ujar Sultan di hadapan puluhan ribu warga Yogya yang hadir menonton konser Voice For The East (Vote) di Alun-alun Selatan Yogyakarta.
Konser tersebut dimeriahkan oleh Slank, Glenn Fredly, Tompi, Gugun Blues Shelter, Shaggydog, Jogja Hip Hop Foundation, Superman Is Dead, Kua Etnika, NTT Bermusik, Edo Kondologit, Ras Muhammad, Melanie Subono, dan lainnya.
Di samping panggung, Sultan dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas beserta keluarga tampak setia menonton hingga selesai konser Minggu dini hari 15 April 2012.
Sultan juga mengatakan, merusak peradaban ternyata sangat mudah dalam waktu singkat, ketika tidak ada kepedulian dan kepekaan. Kekerasan massal marak, padahal peradaban didesain dengan kesadaran, kesengajaan, kebersamaan, dan komitmen yang didasari nilai-nilai kehidupan bersama yang paling dasar.
"Dari bumi Mataram kita serukan salam damai dari Yogya untuk Indonesia. Mari sama-sama kita sampaikan seruan ini. Tuhanku, jangan biarkan bangsa ini menangis lagi, jangan biarkan bumi menjadi tragedi," kata Sultan. (art)
| |
| |
Saksi mata kejadian, yang merupakan salah satu karyawan retoran tersebut, Edi Handoko menuturkan, saat itu dirinya tengah berada di kamar mandi namun tiba-tiba muncul api dari ruang dapur restoran. "Sebagian karyawan juga tengah bersiap-siap untuk membuka warung. Saya waktu itu sudah mencium bau asap dan saya lihat di dapur sudah muncul api," ungkapnya.
Dirinya beserta rekan-rekannya pun langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api justru semakin bertambah besar dan mereka pun lari menyelamatkan diri. "Tadi, kalau kami paksakan, mungkin kami bisa menjadi korban. Apinya sangat cepat menjalar seisi ruangan. Karena semua perabot serta atap restoran ini terbuat dari jerami yang sangat mudah terbakar," imbuh Edi.
Pemilik restoran, Pak Dargo pun terlihat shock saat tiba di lokasi. Pasalnya, hampir seluruh isi restoran tidak ada yang bisa diselamatkan kecuali beberapa meja dan kursi saja.
Empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Sleman pun diterjunkan untuk memadamkan api. Namun, karena bangunan yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar, petugas pun tak bisa berbuat banyak.
Kapolsek Gamping, AKP Suwanto saat dikonfirmasi KRjogja.com membenarkan hal tersebut. Pihaknya masih belum memastikan penyebab kebakaran. "Masih kami selidiki. Dugaan sementara karena hubungan pendek arus listrik sehingga percikan api langsung menyambar seisi ruangan. Tetapi itu baru dugaan, kami masih belum berani menyimpulkan," tandasnya. (Dhi)
Kepala Bidang Angkutan Terminal dan Perparkiran Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo, Suparlan mengatakan, di Jalur Dekso menuju Nglambun tidak ada mobil trayek umum yang beroperasi padahal warga sangat membutuhkan sarana angkutan, maka Dishubkominfo memutuskan memberi izin kepada mobil plat hitam beroperasi menjalani trayek jalur tersebut.
"Karena tidak adanya mobil plat kuning beroperasi terpaksa kami mengizinkan angkutan mobil plat hitam beroperasi karena pedagang-pedagang membutuhkan jasa angkutan. Pedagang berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB, tentu trayek kendaraan umum tidak melayaninya," katanya di Wates, Jumat (3/9).
Ia mengatakan, kebijakan tersebut didasarkan kepada kebutuhan masyarakat bukan sekedar memberikan izin trayek untuk mobil plat hitam melainkan atas dasar perkembangan ekonomi masyarakat. "Kalau tidak ada angkutan mobil plat hitam, bagaimana dengan roda perekomian masyarakat yang tinggal di pelosok desa," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Dishubkominfo akan memberikan sanksi kepada angkutan mobil plat hitam yang melewati jalur resmi yang ada izin trayeknya misalnya Wates menuju Kokap. "Sejauh dari pantuan kami, mobil plat hitam yang ada di terminal Wates untuk menjemput familinya yang datang pada pagi dan malam hari. Karena saat seperti itu angkutan umum masih jarang bahkan tidak beroperasi," katanya. (Ant/Van)
|
"Petugas sudah memperbaiki jaringan serta rabas-rabas pohon yang menggangu jaringan kabel. Sebab berdasarkan evaluasi, terjadinya pemadaman sekitar 80 persen akibat jaringan kabel putus tertimpa pohon," kata Manajer UPJ PLN Wonosari Bambang Eko Haryono ST MM, Sabtu (4/9).
Sementara penambahan petugas piket gangguan, dimaksudkan untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Jika sebelumnya 7 petugas akan ditambah dua kali lipat. Bahkan guna mengantisipasi hal darurat, juga sudah disiapkan cadangan peralatan guna mengganti peralatan yang rusak. Artinya bila terjadi gangguan bisa langsung diatasi. Petugas yang berada di pos kecamatan juga dimaksimalkan, seperti di Kecamatan Karangmojo, petugas PLN yang berjaga juga menangani jaringan di Kecamatan Ponjong.
“Dengan daya yang cukup serta perbaikan jaringan diharapkan penyaluran air kepada masyarakat juga akan lancar. Sebab lebaran dipastikan jumlah pemudik cukup besar, sehingga baik penggunaan untuk listrik maupun pemanfaatan air juga akan semakin meningkat,” ujarnya.
Ditambahkan, PLN berupaya maksimal untuk mencukupi pasokan kebutuhan listrik. Seluruh petugas juga disiagakan penuh, termasuk di wilayah yang memiliki beban listrik tinggi. Dengan adanya persiapan yang baik, perbaikan jaringan, serta pemeliharaan peralatan, diharapkan layanan listrik bisa lancar. (R-2)
|
“Jika kondisi macet, petugas tingal naik ke tower dan memberikan arahan,” ujarnya Sabtu (4/9). Penggunaan Topal sendiri diutamakan jika dalam kondisi arus lalu lintas yang semwrawut, namun jika dalam kondisi yang masih bisa dikendalikan, petugas tetap berpegang pada traffic light.
Untuk arus pemudik sendiri, dikatakannya belum terlalu padat. “Masih normal, belum ada lonjakan berarti,” terang Nanang. Untuk kendaraan dari luar kota disebutnya baru ada 1-2 yang berasal dari plat luar kota. Itu pun masih berasal dari sekitaran Jakarta dan Jawa Barat. Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3. (*-7)
|
Deputi Executive Vice President PT KA (Persero) Daops VI Yogyakarta, Muhardono mengungkapkan, pihaknya bersama Dishubkominfo DIY telah melakukan koordinasi dengan organda, Damri dan pihak Kepolisian serta TNI untuk membantu mengangkut panumpang yang terbengkalai. Nantinya, pihaknya akan melibatkan operasional bus dan truck milik TNI dan Polri agar bisa digunakan penumpang terutama saat peak season atau masa puncak.
"Masa puncak tersebut diprediksikan terjadi pada 15-18 September, dimana kapasitas 200 armada KA milik Daops VI Yogyakarta dipastikan tidak bisa mengangkut seluruh penumpang. Diharapkan dengan dialihkan ke bus dan truck tersebut, tidak akan terjadi penumpukan penumpang di stasiun," ujarnya di stasiun Tugu, Jumat (3/9).
Meskipun demikian, pihaknya hingga kini mengaku masih menghadapi kendala dengan pihak organda untuk pengadaan bus. "Jadi mereka merasa keberatan dengan tarif yang kita patok untuk penumpang ekonomi. Sebab untuk tarif KA hanya sebesar Rp35 ribu saja, sedangkan tarif bus mencapai Rp 105 ribu. Inilah yang masih terus kita negosiasikan hingga kini," katanya.
Karena masih adanya kendala tersebut, saat ini angkutan alternatif yang bisa diandalkan adalah truck milik TNI dan Polri. "Penumpang yang telah memiliki tiket kereta ekonomi dan tidak bisa terangkut bisa menggunakan angkutan truck tersebut. Biaya operasional lainnya akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KA (Persero). Jika tidak memungkinkan seluruhnya terangkut, maka diharapkan masyarakat bisa mengatur ulang jadwal mudik mereka diluar jadwal peak season," tuturnya.
Sementara itu, kepala Dishubkominfo DIY, Tjipto Haribowo membenarkan jika penumpang yang tidak terangkut kereta akan dilimpahkan ke angkutan bus. Namun diakui hal tersebut memang sulit untuk terealisasi dengan lancar.
"Meskipun biaya operasional untuk angkutan alternatif ini ditanggung oleh PT KA, namun ini akan sulit karena masalah perbedaan tarif yang cukup besar. Penumpang cenderung memilih kedatangan kereta berikutnya di stasiun. Karena itu kami berusaha maksimal agar penumpang bisa melakukan perjalanan mudik diluar masa puncak dengan terus memberikan himbauan untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan," imbuhnya. (Ran)
|
waktu tersebut berhasil ditangkap 3 orang calo yang mengedarkan tiket secara liar di wilayah stasiun Tugu Yogyakarta.
Deputi Ececutive Vice President PT KA Daops VI Yogyakarta, Muhardono mengungkapkan, pihaknya tidak akan memberikan celah sedikitpun untuk berkembangnya tindakan percaloan. Bahkan jika diketahui ada oknum PT
KA yang terlibat dalam kegiatan tersebut, maka tak akan segan untuk diberikan hukuman yang seberat-beratnya.
"Karena itu kami terus melakukan pemeriksaan rutin yang melibatkan aparat keamanan dan didapatkan 3 orang calo yang tertangkap. Mereka langsung kami serahkan pada pihak yang berwajib agar bisa diproses lebih lanjut. Untuk kedepan, kami menjamin praktek calo tidak akan ditemukan lagi selama masa lebaran ini," ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (4/9).
Menurutnya, keberadaan calo jelas merugikan bagi berbagai pihak. "Selain merugikan konsumen karena menjual tiket dengan harga yang tidak wajar, calo juga menurunkan tingkat pelayanan PT KA di mata masyarakat. Sebab itulah kami benar-benar memberikan perhatian serius terhadap praktek calo ini. Bahkan bagi penumpang atau masyarakat yang
bisa membantu melaporkan keberadaan calo kepada kami, akan kami berikan penghargaan," katanya.
Sementara itu, kepala humas PT KA (Persero) Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto menambahkan, PT KA Daops VI Yogyakarta tidak akan memberikan toleransi apapun bagi calo yang tertangkap. "Kalaupun memang ada dan
terbukti bersalah, maka akan dikenakan sanksi berdasarkan pasal 184 junto 208 UU Perkeretaapian No 23 tahun 2007. Hukumannya adalah kurungan penjara sampai 6 bulan," imbuhnya. (Ran)




