Supardi Koordinator Retribusi Pos Baron I membenarkan ramainya para pengunjung di lokasi tersebut. “Kebanyakan menuju Pantai Indrayanti (Pulangsawal) yang berada di Pantai Sundak Timur. Areal parkir milik warga tidak lagi menampung bus dan kendaraan pribadi yang datang ke pantai terindah tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu guna menghindari terjadinya kecelakaan laut, menyusul masih labilnya gelombang laut selatan, maka Tim SAR Laut Korwil II terus melakukan penjagaan di tepi pantai dengan memberikan peringatan kepada pengunjung agar tidak mandi di tengah laut karena sangat berbahaya. “Namun demikian banyak wisatawan terutama anak-anak tetap bermain di laut meski hanya dipinggiran, tetapi tetap menjadi pengawasan Tim SAR,” kata Koordinator Tim SAR Baron, Marjono. (Awa)
WONOSARI (KRjogja.com) - Wisang Crah Birowo siswa SD Cuwelo Semanu berhasil mengalahkan Arif Hasmoro siswa SDK Wonosari, dalam lomba Catur Cepat menandai dimulainya Turnamen Catur Pelajar, di Bangsal Sewokoprojo Gunungkidul, hari ini. Peserta Turnamen diikuti 56 peserta SD dan 108 peserta siswa SMP/SMA dan SMK, turnamen bertujuan untuk mempersiapan atlet Catur pada PORPROV 2013 nanti.
Turnamen dibuka secara resmi oleh Agus Mantoro dari Binmudora mewakili Bupati Gunungkidul H Badingah S Sos. Bupati mengharapkan atlet Catur dalam Porprop nanti bisa menyumbangkan medali emas.
Sementara Ketua KONI Kabupaten Gunungkidul Drs Sumarno mendukung diselenggarakannya turnamen Catur antar Pelajar ini. Dalam kesempatan tersebut Sumarno juga berkesempatan menyerahkan sebuah komputer dan dana pendukung senilai Rp 750.000.
Tomy Harahab SH MH ketua Percasi Gunungkidul menyatakan, turnamen catur juga dimaksudkan 'melaunching' sekolah Catur Percasi di Gunungkidul. Lokasi untuk sekolah catur ini sementara berada di Kantor KONI Gunugkidul. (Tds)
|
WONOSARI (KRjogja.com) - Kecamatan Semin dan Ngawen Kabupaten Gunungkidul diguyur hujan dalam dua hari inim Selasa (18/10) dan Rabu (19/10). Guyuran hujan cukup deras dan menggenangi parit. Bahkan sejumlah warga sudah mulai melakukan penanaman aneka jenis tanaman pertanian.
“Hujan deras sudah mulai mengguyur dua kecamatan wilayah utara Kabupaten Gunungkidul. Bahkan di Kecamatan Ngawen yang terjadi pada Selasa (18/10) diikuti dengan angin kencang menyebabkan puluhan pohon tumbang,” ungkap Sunarto (47) warga Kecamatan Semin kepada KRjogja.com Rabu (19/10).
Kepala Kantor Kesbangpolinmas PB Gunungkidul, Drs Kasiyo MM mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, hujan yang terjadi di kecamatan Ngawen diikuti dengan angin kencang dan menyehebabkan puluhan pohon tumbang. Tetapi angin disertai hujan deras tidak menyebabkan adanya rumah roboh.
“Tetapi berkaitan dengan awal musim penghujan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Karena biasanya pada setiap awal musim hujan selalu diikuti dengan bencana angin maupun dampak hujan yang bisa menimbulkan banjir dan tanah longsor,” katanya. (Bmp)
|
WONOSARI (KRjogja.com) - Dua pemuda asal Gunungkidul mewakili DIY dalam pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional. Mereka adalah Demi Ardi Pamungkas pemuda pelopor bidang kewirausahaan dan Sugeng Handoko bidang pariwisata.
“Demi Ardi Pamungkas selama ini dinilai konsisten mengembangkan kewirausahaan dengan budidaya ternak lele di Madusari, Wonosari. Mulai dari kolam kecil di lahan miliknya kini ia mampu bermitra dengan memiliki sedikitnya 12 kolam dan melayani penjualan bibit ikan lele hingga luar pulau jawa. Sementara Sugeng, berawal dari hobinya dengan dunia maya, secara perlahan ia mempromosikan wisata Gunung Api Purba, Nglanggeran Patuk Melalui organisasi karangtaruna, Sugeng berhasil mengambil hati masyarakat sekitar untuk memiliki kesadaran terhadap wisata,” ungkap Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid SPd, Selasa (11/10).
Bahron Rosyid berharap kedua duta Provinsi DIY ini dapat memberikan yang terbaik dan mampu bersiap fisik dan mental. Selain itu pihaknya juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terutama masyarakat sekitar kedua tempat tinggal dan kiprah kedua pemuda ini.
“Tanpa dukungan dari berbagai pihak tentu akan sulit, karena itu saya berharap masyarakat juga ikut mendukung, karena penilaian yang dilakukan di tingkat nasional akan dilakukan pada pertengah Oktober bulan ini,” tegasnya. (Bmp)
|
“Aturan denda yang merupakan pengganti biaya cetak tidak relefan. Bukan mendidik masyarakat taat, malah memberi peluang pungli di tingkat Catatan Sipil maupun Kecamatan,” jelas Ketua Paguyuban Dukuh Janaloka Sutiyono.
Dengan program KTP/KK gratis lanjutnya, maka tidak dipungut biaya dari tingkat RT/RW, dukuh, desa sampai tingkat kecamatan. Dijalankannya Perbup dan Surat Edaran Sekda tanpa sosialiasi di masyarakat hanya berdasarkan lounching malam tahun baru menimbulkan keresahan di masyarakat.
Mengakibatkan terjadinya benturan antara RT/RW, dukuh maupun kepala desa. Sehingga surat edaran mengurangi pendapatan asli desa yang selama ini sudah berjalan dengan baik. “Permasalahan bukan biaya tetapi lamanya pembuatan KTP/KK maupun akte kelahiran sebab sampai satu minggu lebih baru jadi,” ujarnya.
Surat edaran sekda No 470/0106 per 20 Januari 2011 lanjutnya, juga telah melampaui peraturan di atasnya yakni Perda maka perlu untuk diteliti ulang dan segera ada pembenahan serta pembetulan surat edaran. Mohon agar dikembalikan seperti semula dan justru agar meningkatkan pelayanan lebih profesional sesuai keinginan masyarakat bawah.
Pengurusan akte kelahiran yang terlambat terlalu berlebihan dengan perlu adanya sidang di pengadilan. Padahal banyak warga miskin dan rumahnya jauh, sehingga berat untuk mengikuti aturan tersebut.
Menanggapi masukan dukuh tersebut, Hj Badingah SSos menyampaikan apresiasi dan akan membawa keluhan untuk dibahas pemerintah daerah. “Hasil pembahasan akan di sampaikan melalui instansi terkait,” tukasnya. (R-2)
|
"Prioritas evakuasi untuk membuka akses jalan yang terputus akibat longsoran dan beberapa rumah warga masih tertimbun. Misalnya, rumah Mulyadi, Sriyanto dan Sastro. Proses evakuasi juga dibantu relawan dari PMI Gunungkidul, Tagana dan Tim SAR, " kata Kepala Kesbangpolinmas PB Gunungkidul Kasiyo kepada KRjogja.Com Selasa (4/1) pagi.
Menurut Kasiyo hujan deras yang mengguyur, Senin (3/1) malam masih memicu terjadinya longsor. Namun, warga yang bermukim di sekitar itu sudah diungsikan ke Balai Desa Tancep dan di rumah warga yang aman. Selain itu, pemkab membuka dapur umum dan masih mendata korban jiwa ataupun kerugian materiil. (Bmp)
|
Hasil investigasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Polsek Semanu menduga pelaku aksi pencurian tersebut dilakukan satu kawanan. Diperkirakan, kejadian pertama diketahui pada Sabtu (4/12) subuh.
“Dari aksi pertama, pelaku berhasil membawa LCD dan tape recorder. Sehari kemudian sepeda motor yang ditaruh di garasi ternyata juga raib disikat maling,” ungkap Kapolsek Semanu, AKP Suharno di lokasi kejadian, Minggu (5/12) malam.
Dalam aksinya yang pertama, palaku masuk rumah dengan cara merusak pintu samping. Tetapi pada kejadian kedua seluruh keluarga tengah berada di belakang rumah. Atas kejadian ini, korban menderita kerugian puluhan juta rupiah.
“Aksi kejahatan pencurian selama dua hari berturut-turut ini sudah kami tangani dan pelaku dalam pengejaran,” tegasnya. (Bmp)
|
Wabup Gunungkidul Hj Badingah S Sos disela-sela memantau pelaksanaan ujian CPNS menyatakan dari seluruh formasi ada satu yang tidak ada pelamarnya yakni D-IV untuk lowongan teknik permesinan kapal. “Secara umum pelaksanaan ujian CPNS yang digelar di dua tempat berjalan lancar dan bekerjasama dengan UNY (Universitas Negeri Yogyakarta),” ujarnya kepada KRjogja.Com Minggu (5/12) pagi.
Dijelaskan Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Gunungkidul Tunggul Priyono SH jumlah pelamar terbanyak jurusan pranata komputer mencapai 554 orang dan untuk pengawas perikanan sebanyak 65 pelamar dan pengawas benih ikan ada 1 pelamar untuk 1 lowongan. Sedangkan untuk jurusan Teknik permesinan kapal 1 formasi tidak ada yang mendaftar. “ Mengantisipasi adanya pelamar yang dinyatakan lulus tetapi mengundurkan diri karena salah satu sebab Pemkab Gunungkidul menerapkan sanksi administrasi berupa denda Rp 15 juta,” terangnya. (Bmp)
|
Diperoleh informasi, saat kejadian korban bersama beberapa temannya tengah mandi di bendungan tersebut. Lantaran tidak bisa berenang, warga Dusun Banjardowo RT.07/RW.10, Karangmojo, Gunungkidul ini tenggalam ke dasar bendungan.
“Awalnya ia hanya berada di pinggiran dam yang dangkal. Tetapi karena keasyikan, korban kemudian di kedalaman air dam dengan kedalaman kurang lebih 10 meter. Diketahui ternyata korban tidak bisa berenang,” kata Kapolsek Ponjong, AKP Irianto.
Dikatakannya, proses pencarian korban pun terus dilakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan. (Bmp)
|
"Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi saat korban menemui terlapor dengan maksud meminta bantuan untuk menagih uang hasil penjualan tanah kepada seorang warga Wonosari. Namun oleh terlapor ditolak dan justru terlapor naik pitam,” kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Widi Saputro SIK Senin (22/11).
Widi mengatakan, saat itu adu mulut pun pecah antar keduanya. Lantaran tak bisa mengontrol emosi, Sub menampar Ny Ari pada bagiain mulutnya hingga berdarah.
"Laporan korban langsung kami tangani dan menugaskan anggota untuk menindaklanjuti perkara ini. Selain korban polisi juga telah mendengarkan keterangan dua saksi. Kejadian itu kini sudah ditangani polires Gunungkidul,” tegasnya. (Bmp)
|
“Jumlah pengungsi yang meninggalkan Gunungkidul ini terbanyak yang berada di Kecamatan Playen, Karangmojo dan Patuk. Meski sebagian pengungsi memilih pulang tetapi di Posko pengungsian utama rest area justru penghuninya bertambah,” ungkap Kabag Humas Pemkab Gunungkidul, Aziz Saleh di Wonosari.
Dari jumlah awal 655 orang yang berada di rest area, katanya, kini meningkat menjadi 747 orang. Julah tersebut sebagian besar merupakan pengungsi pindahan di Saptosari dan Panggang.
Terkait banyaknya pengungsi yang pulang, camat dan kepala desa diminta selalu melakukan pemantauan dan pendataan setiap dua hingga tiga jam sekali. Disamping mendata jumlah pengungsi yang meninggalkan posko maupun rumah penduduk juga disarankan untuk mencatat daerah tujuan pengungsi. “Hal ini penting agar kepindahan mereka tetap mendapat perhatian dari pemerintah,” tegasnya. (Bmp)
|
pembentukan watak disiplin dan kepemimpinan. Selain itu, mengembangkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan ketangkasan yang berhasil mendatangkan kemajuan di berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Demikian sambutan Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DIY Prof Suwarsih Madya saat pembukaan Jambore Daerah 2010
di lapangan Medan Latihan Dodiklatpur TNI AD Rindam IV/Diponegoro Karangduwet, Paliyan, Gunungkidul, Minggu (3/10).
"Seiring dengan hal itu ditemukan tantangan dan masalah kaum pemuda seperti yang terkait dengan nilai - nilai dan semangat kebangsaan. Ternyata kemudahan informasi dan pengarus globalisasi, menjadi masalah dalam membangun semangat kebangsaan. Jambore hendaknya dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan keimanan dan taqwa kepada Tuhan," paparnya.
Ketua Panitia Jambore Bambang Pracoyo dalam laporannya jambore yang berlangsung, Sabtu (2/10) sampai Rabu (6/10) diikuti 2.992 peserta dari empat kabupaten. Sedangkan, tujuanya adalah membina dan mengembangkan sikap persatuan bangsa. Bahkan, eningkatkan rasa cinta terhadap tanah air. (R-2)
|
”Karena bisa terdapat kemungkinan fenomena alam. Mengingat kejadian serupa juga pernah terjadi tahun 2005 lalu. Pemda akan melakukan kajian, sehingga setelah diperoleh kesimpulan bari akan ditindaklanjuti. Untuk sementara satu rumah yang rusak diminta untuk tidak ditempati, serta masjid yang dekat dengan tanah ambles agar tidak dipergunakan karena cukup berbahaya,” kata Badingah.
Kepala Kesbangpolinmas PBA YD Nugroho didampingi Subbid Mitigasi Bencana, Wahyu N menuturkan, kejadian tanah ambles merupakan faktor alam. Sehingga menyebabkan tanah ambles hingga tiga meter. “Sebab dengan terulangnya kejadian tanah ambles merupakan rangkaian fenomena alam yang perlu dicermati sebelum ditangani,” katanya.
Dukuh Wuluh Jumali mengatakan, kejadian tanah ambles bukan yang pertamakali. Karena tahun 2005 lalu sempat terjadi, bahkan cukup parah. Karena merusak rumah warga dan kedalaman amblesnya tanah mencapai 16 meter lebih. Terjadinya longsor ini mengancam karena terjadi ditengah pemukiman warga yang berjumlah 10 KK sebanyak 35 jiwa. (R-2)
|
Ketua RT-04/RW-02 Jatisari, Parno dan Kapolsek Pojong, AKP Irianto mengatakan, pecahnya ruas jalan aspal akibat diguyur hujan deras, sementara tanah disekitar lokasi sangat labil, sehingga kontruksi jalan menurun, mengakibatkan badan jalan pecah. Karena kondisi jalan sangat membahayakan, maka jalur utama antara Ponjong-Semin terputus, khusus kendaraan roda empat dialihkan melewati Dusun Sawur. Sementara pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati.
Dandim 0730 Gunungkidul Letkol ARM Budi Eko Mulyono SSos ketika meninjau ke lokasi tersebut mengatakan, personel TNI segera diterjunkan untuk membantu kerja bhakti tanah longsor baik di Ponjong dan di kecamatan in. Sebab di Gunungkidul terdapat enam kecamatan yang rawan longsor.
Selain itu, seluruh Koramil dan Babinsa diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan tinggi, Bahkan sejak hujan turun sudah terjadi tigakali longsor di Kecamatan Patuk, Nglipar dan kali ini Ponjong. Setiap terjadi bencana alam personel TNI langsung turun ke lapangan untuk membantu masyarakat.
Kepala Desa Sawahan, Ponjong Suyatno yang ditemui menjelaskan untuk mengamankan jalan dan lokasi sekitarnya, pecahan jalan akan disingkirkan, dan pihaknya akan mengajukan bantuan pembangunan talud ke Pemkab Gunungkidul. “Untuk saat ini warga membersihkan longsoran, agar jangan sampai ketika hujan kembali turun ambrol,” ucapnya. (R-2)
"Kami saat ini butuh analisa jabatan yang komprehensif bukan hanya sebatas rasio jumlah pegawai antara yang pensiun dengan yang akan diangkat," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Gunungkidul, Supriyo Hermanto di Wonosari, Kamis (23/9).
Dia mengatakan, Pemkab Gunungkidul diminta untuk memberikan rasio jumlah pegawai (RJP), analisa beban kerja (ABK) dan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) sebagai syarat untuk melakukan penambahan CPNS. "Syarat tersebut kami minta bukan untuk dijadikan bahan dasar analisa anggaran kedepannya, jadi ya harus mendetail," katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golongan Karya DPRD Gunungkidul, Heri Nugraha, mengatakan dengan adanya penambahan formasi CPNS tersebut harus dapat dibuktikan dengan perbaikan pelayanan publik.
"Kami akan melakukan pengawasan secara intensif apakah dengan adanya penambahan tenaga SIAK tersebut dapat memperbaiki pelayanan publik khususnya proses pembuatan KPT dan KK di setiap kecamatan," katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Gunung Kidul, Arif Setiadi, mengatakan alokasi dana yang sebelumnya diajukan untuk biaya seleksi CPNS dan dinayatakan ada pengurangan Rp100 juta untuk dapat ditambahkan pada bantuan kesehatan keluarga miskin.
"Bantuan sosial dari semula yang direncanakan untuk biaya kesehatan keluarga miskin sebesar Rp700 juta agar ditambah menjadi Rp800 juta dari penghematan yang diperoleh dari pengurangan biaya seleksi penambahan CPNS sebesar Rp100 juta," katanya.
Sedangkan Sekretaris Fraksi Handayani DPRD Gunung Kidul, F. Andriyani, mengatakan penambahan formasi pegawai harus dipenuhi oleh putra daerah. "CPNS yang akan diterima nantinya bekerja di kecamatan-kecamatan di seluruh Gunung Kidul maka persyaratan mutlak yang harus dipenuhi dan kami harap tidak ditawar lagi adalah harus diisi dengan yang benar-benar putra daerah," katanya. (Ant/Van)
| |
| |
Tanaman ini merupakan tumbuhan asli Indonesia. Artinya, tanaman ini berasal dari gugusan pulau di Indonesia, yakni tepatnya dari Kepulauan Maluku. Pohon ini termasuk dalam keluarga kopi-kopian atau Rubiaceae, seperti soka, kopi dan tumbuhan sejenis lainnya.
Tumbuhan liar ini sangatlah cocok untuk berkembang di Indonesia yang beriklim tropis, di situlah habitat asli tanaman Mengkudu ini. Pada umumnya, Mengkudu berkembang biak di hutan-hutan secara liar atau bisa juga tumbuh liar di kebun-kebun. Dari dataran yang rendah sampai di dataran yang tinggi sekalipun, antara 500-1500 dpl (di atas permukaan laut), tanaman yang satu ini masih bisa banyak ditemui.
Sekitar tahun 1991, seorang ilmuan terkenal asal Inggris, HB Guppy mempelajari tentang Mengkudu. Dalam penelitiannya, sukurangnya ada sekitar 50 jenis tanaman Mengkudu di dunia ini tersebar di beberapa gugusan kepulauan di sekitar Indonesia, Malaysia, semenanjung Samudera Hindia dan terus memanjang hingga pesisir Pasifik.
Ada juga beberapa penelitian, yang menyebutkan, ada kurang lebih terdapat 80 jenis tanaman Mengkudu yang ada, namun dari sekian itu, kira-kira hanya sekitar 20 jenis saja yang memiliki nilai jual dan banyak dikenal oleh masyarakat selama ini. Contohnya seperti Mengkudu Tanah Putih alias mengkudu yang asli dari Maluku dan Mengkudu dari Bogor.
Seiring perkembangannya ke berbagai wilayah, tanaman inipun lantas bermigrasi keluar dari tanah asalnya Maluku. Pada tiap daerah kemudian mengalami perubahan nama sesuai daerahnya masing-masing. Seperti misalnya untuk penamaan lokal di Indonesia, warga Bali menyebutnya Wengkudu, Sunda menyebutnya Cengkudu, Madura menamai dengan nama Kudhok dan masih banyak lagi penamaan sesuai kebiasaan daerah tersebut.
Si Buah Buruk Rupa Mengkudu
Disaat tumbuh dengan normal, tanaman Mengkudu ini mampu tumbuh tinggi sekitar 6 m dengan batang tidak terlalu keras berwarna kelabu. Disamping sering dijumpai di kebun, Mengkudu juga sangat cocok untuk ditanam di dalam pot dengan media tanam tanah biasa saja.
Daun pada tanaman Mengkudu ini berwarna hijau tua mengkilat dan tersusun rapi secara berhadap-hadapan. Tanaman yang sudah tua, ukuran daun bisa sekitar panjang daun 20-40 cm dengan lebar 7-15 cm. Di setiap pangkal tangkai daun juga terdapat seperti lidah berwarna hijau berukuran panjang sekitar 1,5 cm.
Buahnya, sepintas orang akan enggan untuk menyentuhnya karena baunya yang sedikit busuk. Bentuknya akan berubah menjadi sedikit menjijikan apabila sudah matang dan tua yang kemudian menjadi benyek. Buah Mengkudu berwarna putih kehijau-hijauan saat masih mentah, kemudian akan berubah menjadi kekuningan saat sudah mulai tua.
Buah dari tanaman ini memiliki tekstur keras serta padat dengan permukaan kulit buah yang berbintik-bintik hitam. Bagian dalam buah atau daging buah Mengkudu berwarna putih dengan biji-biji yang banyak.
Awalnya, bunga akan berbentuk seperti bonggol yang kecil-kecil dan hijau. Kebalikan dengan buahnya, bunga dari tanaman Mengkudu ini malah beraroma harum. Bentuk bunga berbentuk seperti ketupat yang tumbuh pada bagian batangnya. Dan dari bunga inilah yang kemudian menjadi bakal buah dari Mengkudu.
Tak Ada Yang Tidak Berguna
“Enggak tahu mengapa, kini tanaman Mengkudu sudah jarang bisa ditemui, apalagi dikawasan perkotaan,” kata Kadarsih (24), salah satu pemilik tanaman Mengkudu dari Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Dikatakannya, sejak dahulu tanaman Mengkudu memang sudah banyak ditemui di kawasan pedesaan di Gunung Kidul yang merupakan dataran tinggi tersebut. Memang, dalam perkembangannya kini, tanaman ini sudah jarang bisa ditemui kalau tidak di daerah-daerah pedesaan sekalian, karena kurangnya nilai komersial dari tanaman ini, apalagi segi keindahannya.
Namun jangan salah, tanaman Mengkudu sebenarnya memiliki nilai guna yang luar biasa yang terkandung didalamnya. Sampai konon ratusan tahun dahulu, tabib-tabib Bangsa Polynesian telah menggunakan Mengkudu ini untuk obat utama penyembuhan berbagai penyakit.
Dari akar hingga buahnya, tidak ada yang tidak bermanfaat. Kulit akar bisa digunakan untuk bahan utama pewarna dalam penyamakan kain. Daun yang muda dapat untuk sayuran dan obat. Dan yang paling utama adalah buahnya yang sudah masak serta tua yang mengandung berbagai khasiat. “Kalau dahulu, buah Mengkudu sering dibuat obat dengan cara dibuat untuk jamu,” terang Kadarsih.
Di dalam buah Mengkudu memanglah banyak terkandung berbagai manfaat yang baik bagi manusia. Kandungan yang terdapat dalam Mengkudu diantaranya protein, karbohidrat (berbagai jenis gula, serat nabati larut air), vitamin dan mineral, lipida, dan masih ratusan unsur lainnya yang ada.
Mengkudu juga mujarab untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit yang terbilang kronis sekalipun. Seperti misalnya, penyakit darah rendah, darah tinggi, arthritis, alergi, kanker, diabetes, stroke, jantung koroner, dan masih banyak lagi manfaat dari tanaman ini.
Untuk kepentingan sebagai obat, dalam perkembangannya, Mengkudu sudah banyak diolah serta diramu dengan berbagai cara hingga layak untuk bisa dikonsumsi oleh manusia. Misalnya dengan dibuat jus buah Mengkudu, atau dibuat semacam ekstrak yang berupa bubuk dan ada pula kini yang mulai mengembangkan buah Mengkudu dalam bentuk obat tablet. (Ivan Aditya)
|
"Petugas sudah memperbaiki jaringan serta rabas-rabas pohon yang menggangu jaringan kabel. Sebab berdasarkan evaluasi, terjadinya pemadaman sekitar 80 persen akibat jaringan kabel putus tertimpa pohon," kata Manajer UPJ PLN Wonosari Bambang Eko Haryono ST MM, Sabtu (4/9).
Sementara penambahan petugas piket gangguan, dimaksudkan untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Jika sebelumnya 7 petugas akan ditambah dua kali lipat. Bahkan guna mengantisipasi hal darurat, juga sudah disiapkan cadangan peralatan guna mengganti peralatan yang rusak. Artinya bila terjadi gangguan bisa langsung diatasi. Petugas yang berada di pos kecamatan juga dimaksimalkan, seperti di Kecamatan Karangmojo, petugas PLN yang berjaga juga menangani jaringan di Kecamatan Ponjong.
“Dengan daya yang cukup serta perbaikan jaringan diharapkan penyaluran air kepada masyarakat juga akan lancar. Sebab lebaran dipastikan jumlah pemudik cukup besar, sehingga baik penggunaan untuk listrik maupun pemanfaatan air juga akan semakin meningkat,” ujarnya.
Ditambahkan, PLN berupaya maksimal untuk mencukupi pasokan kebutuhan listrik. Seluruh petugas juga disiagakan penuh, termasuk di wilayah yang memiliki beban listrik tinggi. Dengan adanya persiapan yang baik, perbaikan jaringan, serta pemeliharaan peralatan, diharapkan layanan listrik bisa lancar. (R-2)
Kepala Bidang Transportasi Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gunung Kidul, Syamsudin, di Wonosari, Minggu (29/8), mengatakan pemeriksaan dan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang diakibatkan kurang lengkapnya fasilitas armada, misal lampu, rem, klakson, tabung pemadam kebakaran dan martil pemukul kaca ketika sedang terjadi kondisi darurat.
"Kami tidak mau kecolongan yang dikarenakan unsur keteledoran dari pengusaha jasa angkutan Lebaran 2010 yang dapat berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keamanan penumpang," katanya.
Menurut dia dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah armada yang kondisi pendukung kendaraan masih di bawah standar aman.
"Aramada bus yang akan digunakan sebagai angkutan lebaran masih banyak ditemukan lampunya kurang terang, rem depan blong serta klakson yang kurang keras serta fasilitas pemadam kebakaran dan kondisi darurat masih belum tersedia," katanya.
Dari temuan tersebut, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) memberikan teguran peringatan dan catatan secara tertulis yang disampaikan kepada supir untuk diteruskan kepada pemilik jasa angkutan untuk segera melengkapi sarana aramada, katanya.
Dia mengatakan akan melakukan tindakan secara tegas apabila pada arus mudik mendatang masih ditemukan armada yang tidak mengindahkan peringatan Dishubkominfo dengan melengkapi fasilitas tanggap darurat.
"Kami akan terus melakukan langkah sosialisasi kepada kru bus atau pemilik jasa angkutan agar bersedia memasang perlengakapan tanggap darurat dengan tujuan keamanan pemudik dapat terjaga," katanya.
Selain pemeriksaan untuk armada bus, Dia mengatakan juga melakukan pemeriksaan kepada alat transportasi medis yang akan disediakan dan dipakai sebagai angkutan pertolongan pertama pada kecelakaan yang berada di setiap Puskesmas.
"Alat transportasi pendukung arus mudik, misal ambulans juga kami lakukan pemeriksaan agar kendaraan dalam kondisi prima ketika digunakan di pos-pos penjagaan pengamanan jalur mudik Lebaran 2010," katanya. (Ant/Mdk)
|
"Mereka kami tangkap ketika sedang berjudi, dan sejumlah barang bukti kami amankan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Gunung Kidul AKP Widy Saputra di Wonosari.
Menurut dia, diringkusnya para penjudi itu berawal ketika petugas patroli yang sedang melintas di wilayah Kecamatan Ponjong sekitar pukul 02.00 WIB melihat ada perjudian di gudang gaplek di wilayah Dusun Pakandru, Desa Gombang, sehingga langsung dilakukan penggerebekan.
Dari penggerebekan tersebut polisi menyita barang bukti berupa uang taruhan dan kartu remi yang dijadikan alat judi. "Para pelaku kami amankan bersama sejumlah barang bukti di antaranya uang Rp109.000. Mereka saat ini masih menjalani penyidikan di Mapolres Gunung Kidul," katanya.
Ia menyebutkan empat penjudi yang diamankan tersebut adalah Mujiran (32) dan Heru Susanto (37) keduanya warga Dusun Pakandru, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Mujianto (37) warga Sidomulyo, Tuban, Jawa Timur, serta Samijo (38) warga Dusun Semuluh Kidul, Ngeposari, Semanu, Gunung Kidul.
Menurut dia, siapa pun yang terbukti melakukan perjudian dijerat dengan pasal 303 KUHP, dan ancaman hukumannya penjara maksimal 10 tahun. Widy mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan patroli selama Ramadhan, terutama pada hari-hari mendekati Idul Fitri, dalam upaya menjaga ketertiban serta keamanan masyarakat. (Ant/Van)
|
Kepala Pegadaian Wonosari Utomo SE kepada mengungkapkan, dari luar negeri kebanyakan pengiriman berasal dari Malaysia, hingga minggu keempat Agustus sudah masuk Rp 20 juta. Mendekati lebaran dipastikan semakin tinggi.
“Selain pengiriman uang, masyarakat yang menggadaikan juga naik sampai 10 persen. Kebanyakan memang menggadaikan emas. Untuk 1 gramnya 24 karat dihargai Rp 350 ribu. Diperkirakan jumlah nasabah pegadaian semakin meningkat hingga H-7 lebaran. Karena masyarakat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan ketika lebaran tiba,” terangnya di Gunungkidul, Rabu (25/8).
Kantor pegadaian, lanjutnya juga melayani Kredit Industri Rumah Tangga. Sejak awal tahun 2010 sampai sekarang sudah tersalurkan Rp 298 juta. Dengan jumlah 44 kelompok. Kebanyak merupakan usaha seperti kelontong, kios warung, pejual makanan ringan, penjahit serta berbagai usaha kecil yang lain.
“Terkait dengan tingginya minat masyarakat untuk menggadaikan emas, pegadaian siap menerima. Artinya dana yang disediakan tidak terbatas. Berdasarkan perhitungan selama minggu ke empat Bulan Agustus, total dana yang disalurkan mencapai Rp 2,5 Miliar,” ucapnya. (R-2)

