|
orang. Tak terkecuali, dialami oleh para tukang angkut barang di Terminal Giwangan Yogyakarta.
Suparno misalnya, pria berusia 43 tahun ini mengaku mendapatkan untung dua kali lipat dibanding ketika hari biasa. Hal ini dikarenakan membludaknya penumpang bus di terminbal Giwangan pada masa lebaran ini.
"Kalau hari biasa paling tidak saya dapat mengangkutkan barang milik dua sampai sepuluh orang. Kalau Lebaran ini, bisa sampai dua kali lipatnya," ujarnya.
Dirinya mengaku, selama dua hari kemarin tidak bekreja, untuk meluangkan waktunya berkumpul bersama keluarga besarnya di Kulonprogo. Mulai hari ini, ia harus kembali bersaing dengan sekitar 29 orang tukang angkut barang lain yang ada di terminal Giwangan.
"Kalau saya tidak pernah mematok tarif untuk setiap[ mengangkat. kadang diberi Rp3000, Rp 5000, Rp7000, atau Rp10.000. Kalau lebaran tahun ini, kelihataannya tidak seramai tahun lalu, karena kalau tahun lalu ada bus PPJ (Putrajaya) yang masuk ke sini, tapi tahun ini tidak ada lagi," terangnya. (Den)
| |
| |
Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kulon Progo Haris mengatakan jumlah kendaraan yang melintas dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00 WIB tercatat sepeda motor sebanyak 1.481 unit, dan mobil pribadi 1.597 unit.
Menurut dia, pada Rabu malam dan Kamis lalu terjadi lonjakan kendaraan pemudik, karena Jakarta mulai libur pada Kamis. "Puncak arus mudik terjadi pada Rabu malam dan Kamis pagi dengan jumlah kendaraan yang meliputi sepeda motor sebanyak 10.706 unit, dan mobil pribadi 6.800 unit," katanya.
Haris mengatakan kendaraan yang melintas setiap jamnya belum mengalami peningkatan yang siginfikan. "Sepeda motor paling banyak melintas antara pukul 06.00 hingga pukul 07.00 WIB, dengan intensitas 889 unit per jam, dan antara pukul 16.00 hingga pukul 17.00 WIB intensitasnya 880 sepeda motor per jam," katanya.
Ia mengatakan banyaknya kendaraan yang melintas pada pagi dan sore hari karena menghindari panasnya sinar matahari. Lonjakan arus mudik dari barat juga terjadi pada pagi dan sore hari.
"Pada 2010 jumlah kendaraan yang melintas dari timur ke barat lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan dari barat ke timur," katanya.
Sementara itu, sejumlah jalan di dalam kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, pada hari pertama Lebaran 2010 tampak lengang dan sepi dari lalu lalang kendaraan, apalagi turun hujan sejak pukul 13.30 WIB.
Salah seorang warga Wates, Hari, mengatakan biasanya kawasan Alun-alun dipadati warga yang ingin santai pada Lebaran hari pertama. Namun, saat ini tampak sepi, mungkin karena sejak siang turun hujan. (Ant/Van)
