Proyek Pasir Besi Harus Diteruskan

KULONPROGO (KRjogja.com) - Bupati Kulonprogo, Toyo Santoso Dipo mengatakan, pertambangan pasir besi di Kulonprogo diharapkan nantinya akan memberi tambahan sebesar Rp1 triliun setiap tahun bagi pendapatan asli daerah kabupaten ini. Toyo berharap, penerusnya nanti dapat melanjutkan pembangunan mega proyek tambang pasir besi di pesisir selatan kabupaten ini.
"Dari pertambangan pasir besi yang merupakan terbesar di Asia Tenggara ini, diharapkan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kulonprogo sebesar Rp1 triliun setiap tahun. Saya berharap penerus saya nanti meneruskan proyek pasir besi dan rencana pembangunan pelabuhan Adi Karta yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat maupun investor," katanya di Wates, Senin (9/8).

Toyo mengatakan adanya tambahan Rp1 trilun setiap tahun bagi PAD Kulonprogo nanti, akan dialokasikan untuk sektor pendidikan warga masyarakat. "Saya minta jika proyek pasir besi ini benar-benar terwujud, biaya sekolah warga dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi dibiayai Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dari dana tambahan PAD tersebut," katanya.

Sebab, kata dia, jangan sampai sekolah hanya dinikmati warga masyarakat golongan menengah ke atas, karena golongan ekonomi lemah pun berhak mendapatkannya. Selain untuk program pendidikan gratis, kata bupati, PAD yang telah memperoleh tambahan dari pertambangan pasir besi setiap tahun tersebut, diharapkan pula mampu menggratiskan biaya kesehatan seluruh warga Kulonprogo.

Ia menyebutkan tambang pasir besi pada tahun pertama produksinya hanya satu juta ton, dan tahun kedua menghasilkan lima juta ton, sehingga perusahaan itu membayar pajak sekitar Rp1 triliun. "Kulonprogo mendapatkan tiga persen dari penjualan pasir besi bukan bagi keuntungan dari laba penjualan," katanya.

Selain akan menambah PAD kabupaten ini, pertambangan pasir besi tersebut akan menyerap tenaga kerja warga setempat, sehingga bisa ikut mengurangi pengangguran. "Untuk pertambangan pasir besi membutuhkan tenaga kerja sekitar 6.000 orang setiap pabrik. Padahal rencananya ada 35 pabrik," katanya.

Selain itu, menurut dia, dengan dibukanya Pelabuhan Adi Karta nanti juga membutuhkan 16.000 tenaga kerja. "Artinya, di Kulonprogo tidak akan ada pengangguran lagi," katanya. (Ant/Van)
krjogja.com

Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Artikel Terkait:

Silahkan Kunjungi Blog Kami Yang Lainnya

Klik Gambar di bawah ini

0 comments

Tulis Komentar Anda Di Bawah Ini