Agung Laksono Lawan Ancaman Kubu Ical

TRIBUNNEWSDOTCOM, JAKARTA - Tiga puluhan elite dan pini sepuh Partai Golongan Karya mengadakan pertemuan tertutup di sebuah ruangan Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/5) malam.
Pertemuan diprakarsai tiga induk organisasi Partai Golkar atau Trikarya, seperti dari Sentral Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI), Musyawarah Kekeluargan Gotong-royong (MKGR) dan Koperasi Serbaguna Gotong-royong (Kosgoro).
Selain elite dan sesepuh Partai Golkar, turut hadir Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (APMG) Yoryys Raweyai dan anggotanya.
Ketua Umum SOKSI Agung Laksono mengatakan pertemuan elite dan pini sepuh Partai Golkar ini bukan pertemuan luar biasa.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu mengakui salah satu bahasan dalam pertemuan elite dan sesepuh Golkar ini mengevaluasi dan mengeluarkan rekomendasi atas adanya ancaman pemecatan dari DPP terhadap kader Golkar berbeda sikap dalam menukung calon presiden.
Sikap Partai Golkar yang diwakili Ketua Umum Aburizal Bakrie berkoalisi dengan Partai Gerindra dan mengusung pasangan calon presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa.
Namun sebagian petinggi dan kader Golkar 'membelot' ke pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Menurut Agung yang menjabat Wakil Ketua Umum Partai Golkar, ia menghargai pilihan Ical menjagokan Prabowo - Subianto. Namun, ia tak setuju DPP memberikan sanksi pemecatan kepada kader Golkar lainnya yang mendukung pasangan Jokowi-JK.
"Ini perlu dibicarakan, cari solusi yang tepat, dalam rangka menjaga nama baik, keutuhan dan soliditas partai," ujarnya.
Agung menegaskan, pada era demokrasi yang telah baik seperti saat ini, sudah tidak tepat lagi pimpinan partai mengeluarkan ancaman pemecatan kepada kader yang memiliki perbedaan pendapat.
Langkah itu justru bisa mengurangi nilai-nilai demokrasi.
"Sudah saatnya, pikiran-pikiran yang bisa mencerminkan menurunnya nilai-nilai demokrasi, karena hanya beda pendapat, pilihan, lalu dikenakan sanksi seperti itu," tandas Agung.
Ia menambahkan, hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada DPP Partai Golkar dan diharapkan bisa ditindaklanjuti. Namun, Agung yakin Ical bisa mengetahui tentang hasil pertemuan ini dari media massa.
"Bentuk hasil pertemuan ini sebagai referensi ke DPP. Karena mungkin mereka sibuk, dengan adanya ini mungkin bisa diiingatkan untuk jangan main keras, tapi sebaiknya dirangkul," tukasnya.
Agung Laksono menyatakan, arah koalisi Golkar mendukung Prabowo-Hatta memang tidak bisa diubah. Namun, akibat keputusan itu, internal Golkar bereaksi keras.
"Kebanyakan adalah generasi muda yang melontarkan secara spontanitas. Namun di sisi lain, timbul keinginan atau niat, dengan alasan menegakkan partai atau mendisiplikan partai, bagi yang tidak menjalankan kesimpulan itu, maka ada sanksi pemecatan. Ini akan dibahas," ujar Agung.
Agung menilai ancaman pemecatan itu seharusnya tak dilakukan. Menurut dia, seharusnya partai menjaga keutuhan dan soliditas partai dan bukannya menghukum kadernya.
Selain itu, forum senior Partai Golkar juga akan membahas soal penegakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar terkait masa jabatan Ketua Umum.
Menurut Agung, seharusnya masa jabatan Aburizal selaku Ketua Umum habis pada tahun 2014.
"Kami hanya ingin menegakkan azas, aturan. Tidak perlu dipercepat, tidak perlu juga diperlambat. Sesuai jadwal saja, yaitu pada awal Oktober 2014," kata Ketua Umum Kosgoro yang akan maju dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar itu.
Di dalam forum kali ini, hadir sejumlah politisi senior Partai Golkar seperti Fahmi Idris, Andi Matalatta, Paskah Suzetta, Aksa Mahmud, Yorrys Raweyai, Zainal Bintang, Ali Wongso, Rusdi Tahir, Oetoyo Oesman, Ridwan Hisjam. Ada pula tokoh muda, seperti Ketua Umum MKGR Priyo Budi Santoso dan Ketua Umum AMPI Dave Laksono.
Rabu siang, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Luhut Binsar Panjaitan mengakui berbeda pendapat dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
Meskipun demikian, dia tidak ingin terjadi perpecahan dan tetap mendukung kepemimpinan Golkar.
Luhut mengungkapkan, setelah berbeda sikap dengan induk organisasi dalam hal dukung- mendukung calon presiden, dia mendapat banyak respons.
Sebagian besar, termasuk dari elite Partai Golkar, bernada menyokong sikapnya mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla.

Bahkan ada yang mengajaknya menggalang kekuatan untuk menggulingkang Ical, sapaan Aburizal Bakrie dari tampuk pimpinan partai.
"Ada yang mengajak saya. Tapi saya tidak mau. Saya tidak setuju. Itu tidak baik, biarlah kepemimpinan partai berakhir pada waktunya," ujar Luhut dalam wawancara terbatas kepada Kompas TV dan Tribunnews.com di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu pagi.
Agung Laksono melanjutkan, dapat mengerti dan menghormati keputusan Luhut Binsar Panjaitan mundur dari jabatan petinggi Golkar.
Agung meminta agar pengurus Golkar tak menganggap Luhut sebagai pembangkang karena memilih mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Kita harus hormati, Pak Luhut saya rasa sudah tidak perlu diajari lagi. Kalau dia punya pemikiran seperti itu, jangan dianggap sebagai pembangkangan," ujar Agung, sebelum pertemuan tokoh senior Golkar di Hotel JW Marriott.
Menurut Agung,  Luhut adalah seorang kader yang baik dan taat pada partai. Pengunduran diri Luhut ini, diakui Agung, seharusnya bisa menjadi hikmah bagi Partai Golkar.
"Ini adalah harga yang harus dibayar dalam sebuah demokratisasi di dalam partai," katanya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Mahyudin mengatakan tunduk pada keputusan Ketua Umum Aburizal Bakrie alias Ical yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Partai akan menjatuhkan sanksi pada pengurus yang mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang. pengurus Golkar harus
"Dalam organisasi itu ada aturan dan semua harus tunduk," kata Mahyudin, Selasa (20/5).  (tribunnews/aco/coz)


Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
, ,

Artikel Terkait:

Silahkan Kunjungi Blog Kami Yang Lainnya

Klik Gambar di bawah ini

0 comments

Tulis Komentar Anda Di Bawah Ini